Menulislah dengan hati !

Oleh Abu Farras Mujahid

Menulislah – pada saat awal – dengan hati. Setelah itu, perbaikilah tulisan Anda dengan pikiran. Kunci pertama dalam menulis adalah bukan berpikir, melainkan mengungkapkan apa saja yang dirasakan

William Forrester
Pada saat ini banyak orang mengatakan menulislah dengan hati, menulislah dengan perasaan. Maksudnya, biarkan hati kita yang “menggerakan” pena kita untuk menulis. Karena, hati adalah raja yang dapat menggerakan seluruh indera yang ada di dalam diri kita.

Hati memang sesuatu yang tersembunyi. Kita tidak bakal tahu isi hati seseorang. Kita hanya mampu melihat segala sesuatu dari segi lahiriahnya saja. Itulah yang membuat hati orisinal, istimewa, dan membuat satu orang dengan orang yang lain tampak berbeda. Jika kita menulis dengan hati, maka orisinalitas itu akan terlihat. Kita tidak lagi menggunakan gaya orang lain dalam menulis. Tapi, kita yakin bahwa di dalam diri kita ada jiwa-jiwa kreatif seperti yang dimiliki penulis-penulis besar.

Tidak Mengenal Bad Mood
Menulis dengan hati tidak mengenal bad mood. Menulis dengan hati selalu bisa beradaptasi dengan situasi dan kondisi yang ada. Ketika kita sedang marah, hati dapat menuliskan kemarahan itu. Begitupun ketika kita sedang sedih, kecewa, bahagia, gembira, menangis, rindu, benci, cinta, kita dapat menuliskannya sama cepat dan sama hebat.

Penulis buku-buku terkenal sangat menaruh perhatian pada hal ini, walaupun mereka tidak menyebut apa yang mereka lakukan itu dengan istilah “menulis dengan hati”. Jika saja Ibnu Taimiyah, Ibnul Qayyim, Sayyid Quthb, HAMKA, dan Dr. Aidh al-Qarni malas menulis ketika berada di dalam penjara, mungkin mereka tidak akan menghasilkan satu karya spesial pun. Namun, penjara bukan halangan bagi mereka. Penjara hanya memenjarakan fisik mereka, tidak hati mereka. Hati mereka tetap merdeka, bebas berkelana, tercerahkan, hidup, dan tergerakan. Mereka berhasil menulis buku-buku yang mengundang decak kagum, menggugah, dan telah memesona jutaan orang.

Dalam situasi apapun kini Anda berada, Anda dapat menulis dengan lancar. Suarakan apa yang Anda keluhkan. Suarakan kesedihan Anda. Suarakan rasa rindu dan cinta Anda. Jalaluddin Rumi menulis puluhan ribu bait syair karena rindu dengan sahabatnya, Syams Tabriz, yang menghilang entah kemana. Khalil Gibran mengalami putus cinta dengan seorang kekasihnya, dia menulis cerpen “sayap-sayap patah”. Muhammad Abduh menulis sebuah buku serius hanya dalam waktu satu hari karena merasa marah dengan seorang orientalis yang telah menghina Islam. Siapapun bisa seperti itu. Bahkan, jika Anda benar-benar melakukannya dan selalu konsisten melakukannya, tulisan Anda akan benar-benar hebat.

Keterlibatan
Menulis dengan hati adalah terlibat dengan perasaan Anda, dengan dunia Anda. Saat Anda menulis, dunia luar seolah diam. Yang bergerak adalah hati Anda. Yang bersuara adalah suara hati Anda. Anda sedang asyik dengan dunia Anda sendiri. Tenggelam dengan perasaan Anda. Hanyut terbawa ombak perasaan Anda. Dengan cara ini, Anda dapat duduk menulis berjam-jam lamanya. Tulisan Anda mengalir deras bagaikan air bah. Anda membawa berjuta-juta perasaan, ilmu, dan kecerdasan Anda yang mungkin baru Anda ketahui bahwa ternyata Anda orang yang hebat. Orang yang memiliki gagasan orisinil.

Ternyata otak Anda masih mengingat informasi-informasi yang Anda baca bertahun-tahun yang lalu. Hati telah menarik pengetahuan Anda seperti halnya kail menarik ikan-ikan. Hati memaksa otak Anda untuk bekerja lebih maksimal. Hati juga “mencambuk” tangan Anda untuk menulis lebih cepat dan lancar. Hati adalah raja yang menguasai bala tentara. Ketika raja memerintahkan berperang, maka seluruh tentara pun akan berperang. Ketika hati memerintahkan “menulislah dengan cepat”, “menulislah dengan indah” maka seluruh indera yang ada dalam diri kita bekerja untuk mewujudkannya. Bukankah hal ini sesuatu yang menakjubkan? Yuk, kita menulis dengan hati!

*http://abufarras.blogspot.com/

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s