Diagramatik Model Percepatan Adopsi

Adopsi

Model Percepatan Adopsi

Adopsi teknologi di sektor pertanian menjadi perhatian utama dalam rangka mendukung pembangunan pertanian. Sasaran yang dituju adalah bagaimana caranya agar teknologi yang dianjurkan itu dapat diterapkan oleh sebanyak-banyaknya pengguna?.

Percepatan adopsi akan dapat diidentifikasi dari lag adopsi. Semakin pendek lag adopsi, bisa dikatakan semakin cepat adopsi dan sebaliknya. Dalam tataran praktis dikatakan percepatan adopsi dicirikan oleh tiga kondisi. Pertama, perpendekan waktu adopsi, kedua,  perluasan/perbanyakan adopter dalam waktu tertentu dan ketiga kombinasi perpendekan waktu dan perbanyakan adopter.

Dengan pemahaman terhadap konsep percepatan adopsi seperti itu, upaya membangun model dalam konteks percepatan adopsi inovasi teknologi pertanian memerlukan dukungan informasi tentang beberapa hal. Informasi yang diperlukan diantaranya adalah: informasi tentang jenis inovasi yang diadopsi, karakteristik adopter, lingkungan adopter dan simpul-simpul komunikasi yang dilewati dalam proses berjalannya alur informasi teknologi (infotek) mulai dari sumber teknologi ke pengguna.

Penggunaan teknologi oleh pengguna akan mendukung peningkatan produktivitas pertanian. Pertanyaannya adalah bagaimanakah mempercepat adopsi inovasi teknologi pertanian?

Dalam upaya menjawab persoalan tersebut, ditemukan bahwa dewasa ini petani tidak hanya menerima informasi dari satu sumber saja (mono channel) akan tetapi dari berbagai sumber (multi channel) seperti ditampilkan dalam gambar di samping.

Dengan demikian percepatan adopsi bisa dilakukan dengan mengoptimalkan peran masing-masing stakeholder yang menjadi channel/saluran informasi teknologi pertanian. Kondisi ini bisa ditempuh manakala teknologi yang mau di introduksikan itu memenuhi kriteria berikut: Teknologi itu tepat guna, menguntungkan, sesuai kebutuhan pengguna, tidak rumit, hasilnya nyata, biayanya terjangkau dan teruji keunggulannya dibanding teknologi eksisting.

Dengan demikian perhatian utama agar terjadi percepatan adopsi adalah aspek kualitas teknologinya.  Jika teknologi yang diintroduksikan memenuhi persyaratan seperti yang telah disebutkan, maka tanpa banyak usaha tentu akan banyak pengguna yang mau menerapkan. Persoalannya: apakah teknologi yang diintroduksi kepada pengguna itu telah memenuhi persyaratan tersebut?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s