Diseminasi Multi Channel

Diseminasi multi channel atau Multi Channel Dissemination (MCD) sudah lama dikenal dalam bidang jaringan informasi terkait dengan komputer. Tujuannya antara lain untuk meningkatkan akses data. MCD dalam jaringan komputer digambarkan sebagai struktur penyaluran informasi ke berbagai sasaran yang didalamnya terdapat empat tingkat atau level. Pertama ada yang disebut  database level, kemudian ada signalling level, network level dan user level.

Fungsi dari masing-masing level tentu berbeda. Pada database level, berisi supply data yang akan didiseminasikan. Pada level ini data di kelola dengan baik oleh petugas yang disebut Dissemination Operators (DO)s.  DOs ini memelihara data dalam bentuk hanya bisa dibaca (read only). Pada tahapan sinyal (signaling level), diperlukan satu atau lebih pengawas diseminasi atau Dissemination Control (DC), tugasnya mengawasi penyimpanan data dalam saluran diseminasi nir kabel (wireless) yang siap di salurkan ke pengguna.

Pada Network level, ada perangkat yang disebut MSSs atau Mobile Support Station. Tugasnya menyediakan pelayanan dan memenuhi kebutuhan untuk mendukung informasi melalui jalur nirkabel atau telpon pengguna data. Terakhir, di level pengguna atau user level, pengguna bisa membaca data yang didiseminasikan dari peralatan tadi. Pengguna juga bisa langsung menyimak informasi menggunakan pengawas diseminasi melalui perangkat hubungan internet, sehingga   memungkinkan pengguna untuk mendaftar kebutuhan data  yang diperlukan.

Pemahaman MCD tersebut dapat juga dipraktekan dalam bidang penyebaran informasi teknologi pertanian untuk mendukung percepatan akses informasi teknologi (infotek). Syaratnya tentu diperlukan data base tentang berbagai inovasi teknologi pertanian yang dikelola sedemikian rupa sehingga mudah untuk diakses oleh pengguna.  Praktek penyalurannya bisa dilakukan melalui berbagai kanal/saluran. Persoalannya apa yang dimaksud saluran dalam diseminasi inovasi pertanian?

Dalam pengertian sederhana diseminasi mengandung arti penyebaran atau penyebar luasan. Oleh karena itu diseminasi senantiasa dilekatkan dengan obyeknya. Dalam bidang pertanian, bisa dicontohkan misalnya diseminasi varietas padi, diseminasi cara pemupukan, diseminasi cara tanam legowo, dan seterusnya.

Dulu, sebelum mengalami perkembangan seperti sekarang petani senantiasa mengandalkan hanya dari satu atau beberapa sumber informasi teknologi. Peran penyuluh pertanian menjadi sentral. Ketika di suatu daerah tidak ada penyuluh pertanian, informasi teknologi menjadi terkendala.

Kini seiring dengan perkembangan teknologi, penyebaran informasi teknologi tidak lagi tergantung pada hanya satu atau dua chanel. Hasil penelitian Rachmat Hendayana (2009) dari BBP2TP terungkap bahwa petani menerima informasi teknologi tidak hanya melalui birokrasi institusi pemerintahan seperti Dinas teknis terkait, akan tetapi juga dari sumber lain seperti LSM, swasta, dan bahkan dari sumber dunia maya (internet).

Masalahnya penyaluran infotek tersebut sering tidak dalam skenario. Artinya apa yang disalurkan belum tentu itu yang dibutuhkan pengguna, sehingga efektifitasnya kurang. Agar diseminasi itu lebih efektif tentu MCD te rsebut harus dirancang sedemikian rupa sehingga berbasis kebutuhan pengguna.

Bagaimanakah kita memulainya?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s