7 Prinsip Dasar Pengembangan LKM-A

LKM-A, kini populer seiring dengan diluncurkannya program PUAP oleh Kementerian Pertanian. PUAP mulai di prakarsai tahu 2008, dan pada tahun ini masuk pada tahun ke tiga. Intinya dalam program itu adalah disalurkannya bantuan langsung masyarakat masing-masing 100 juta kepada Gapoktan. Agar gelontoran uang itu bisa menghasilkan usaha produktif, maka pengelolaannya disarankan dilakukan melibatkan kelembagaan jasa keuangan yakni semacam Lembaga Keuangan Mikro. Karena bidang usahanya spesifik di bidang pertanian, maka LKM yang dibangun disebut LKM Agribisnis.

Meski demikian, di dalam membangun dan mengembangkan  LKM-A tersebut perlu memperhatikan prinsip-prinsipnya agar sasarannya lebih efektif.

Ada 7 prinsip dasar yang setidaknya harus dipenuhi dalam mengembangkan kelembagaan keuangan. Prinsip- prinsip dasar tersebut adalah sebagai berikut:

(1)    Prinsip kebutuhan.

Pertanyaan mendasar untuk memenuhi prinsip ini adalah sejauhmana keberadaan LKM-A mendesak diperlukan? Apakah keberadaannya sudah sangat mendesak dibutuhkan secara fungsional atau tidak?

(2)    Prinsip efektivitas.

Jaringan kelembagaan hanyalah sebuah alat, bukan tujuan. Sebagai alat maka elemen lembaga yang dikembangkan haruslah efektif untuk upaya pencapaian tujuan yang diinginkan.

(3)    Prinsip efisiensi.

Penumbuhan LKM-A membutuhkan dana dan waktu yang tidak sedikit. Oleh karena itu dalam penumbuhan elemen kelembagaan harus dipilih opsi yang paling efisien, yaitu yang relatif paling murah, mudah, dan sederhana namun tetap mampu mendukung pencapaian tujuan.

(4)    Prinsip fleksibilitas.

Kelembagaan yang dikembangkan disesuaikan dengan sumberdaya yang tersedia dan budaya setempat.

(5)    Prinsip manfaat.

Kelembagan yang dikembangkan adalah yang mampu memberikan manfaat paling besar bagi petani dan masyarakat pedesaan.

(6)    Prinsip pemerataan.

Kelembagaan yang dikembangkan memberikan pembagian benefit secara proporsional kepada setiap petani dan pelaku agribisnis lainnya di pedesaan.

(7)    Prinsip keberlanjutan.

LKM yang dikembangkan diharapkan akan terus berjalan meskipun keterlibatan lembaga atau aparat pemerintah dan swasta secara langsung telah berkurang.

Implikasi dari penerapan 7 prinsip dasar di atas adalah:

  • Penumbuhan elemen kelembagaan tidak harus sama di setiap lokasi, tetapi disesuaikan dengan kebutuhan, kapasitas sumberdaya dan budaya setempat; dan
  • Elemen lembaga yang dikembangkan tidak harus bentukan baru tetapi dapat merupakan pengembangan dari elemen lembaga yang sudah ada.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s