PUAP dan Harapan ke Depan

Pembukaan Acara

Pembukaan Acara

Kawan-kawan penanggungjawab PUAP dari 32 Provinsi seluruh Indonesia pada tangga 29 -30 Juli 2010 berkumpul di Garden Permata Hotel, di Jl Lemahneundet No 7 Setrasari Bandung untuk melakukan workshop tengah tahun PUAP. Acara dibuka Kepala BBBP2TP yang dilanjutkan dengan arahan tentang PUAP ke depan.

Workshop bertujuan untuk menghasilkan kesepakatan tentang indikator OBMNE (Outcome Based Monitoring and Evaluation).

Dalam arahannya KaBBP2TP menegaskah bahwa disosialisasikannya pendekatan OBMNE tersebut bukan untuk menambah beban PJ PUAP, tetapi untuk strategi diri kita. Melalui  kegiatan PUAP, harus mampu membangun profesionalisme.  “Jangan sampai PUAP di tuduh sebagai kuburan bagi peneliti”…..katanya. Harus ada strategi keberlanjutan bagi diri kita masing-masing.

PUAP sudah berjalan 3 tahun (sejak 2008), banyak pembelajaran yang telah kita dapatkan dari kegiatan itu. Oleh karenanya sudah saatnya menulis. Menuliskan pengalaman tersebut dalam bentuk sukses stori, metodologi, sinergi kegiatan, studi dampak, dll. Nah…OBMNE ini menjadi salah satu alternatif pendekatan untuk mengungkap keberhasilan kinerja PUAP tersebut, yang berbasis pada Outcome.

Pada arahan berikutnya, Ka BB juga menyinggung tentang ISO yang tujuannya untuk mencapai kinerja terbaik. Filosofinya: …..menulis apa yang dikerjakan dan mengerjakan apa yang ditulis……

Dan yang penting dari arahan beliau adalah disampaikannya himbauan agar dalam bekerja itu kita senantiasa berpijak pada peraturan yang berlaku, agar tidak terjerumus pada persoalan yang akan menjadi beban bagi kita semua.

Peserta

Peserta

Pada penutupan acara, disepakati bahwa untuk petunjuk teknis melakukan OBMNE, akan disiapkan oleh tim BBP2TP pada bulan Agustus ini. Tim yang ditunjuk adalah Sdr. Sahrul Bustaman, Maesti Mardiharini, dan Rachmat Hendayana. Tim akan diperkuat dari BPTP Sumatera Barat (Nasrul Hosen) dan Kalimantan Selatan (Rafiq). Sebagai supervisor untuk substansi OBMNE adalah Prof.Dr. Ir. Lutfi Fatah dari Universitas Lambung Mangkurat Kalimantan Selatan.

One response to “PUAP dan Harapan ke Depan

  1. Sungguh permasalahan dalam pembangunan petani dan pertanian di Indonesia sangat menarik untuk review dan direnungkan. Sekian puluh tahun adalah waktu yang cukup lama untuk mencari metode yang tepat memberdayakan petani kita yang sebagian besar termarginalkan. berbagai program pemerintah telah digulirkan tapi kegagalan juga tidak sedikit. Dibutuhkan pemerhati2 seperti Bapak yang kelak akan melihat dari sisi lain mengapa dan bagaimana memberdayakan petani kita. Salah satu adanya kekegalan PUAP pada lokasi tertentu adalah karena :
    1. pengurus gapoktan dan petani tidak siap menerima bantuan
    2. Tidak ada aturan dan kesepakatan yang jelas uang mau diapakan siapa yang berhak jadi prioritas dll
    3. Ada tarik menarik antara pengurus Gapoktan yang awalnya berasal dari kelompok tani2
    4. Bahkan ada pengurus gapoktan yang tidak bersentuhan langsung dengan petani
    5. kurangnya pengkondisian lebih awal oleh penyuluh

    maaf pak, sekedar masukan

    selamat berpuasa

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s