Tulisan ilmiah, apa bedanya dg tulisan populer?

Membuat tulisan bagi peneliti merupakan suatu keharusan. Sifatnya bahkan wajib, karena eksistensi peneliti salah satunya dilihat dari seberapa banyak publikasi yang sudah dihasilkan. Karya tulis tersebut dibedakan ke dalam beberapa kriteria yakni tulisan populer, semi populer, dan ilmiah. Berbeda dengan tulisan fiksi, peneliti menyajikan publikasi itu harus mengikuti aturan yang ketat. Kalau tidak, karya tersebut tidak memiliki nilai atau disebut kredit point. Dikalangan peneliti disebut “kum”. Nilai kum inilah yang membedakan kelas-kelas peneliti. Nilai kum terendah adalah 150 point (peneliti pemula) dan tertinggi 1050 point (peneliti utama).

Nah, kembali kepada pokok bahasan diatas. Dalam porsi penilaian kum, bagi peneliti tulisan ilmiah mendapat nilai relatif lebih tinggi dari pada tulisan populer dan semi populer. Tulisan ilmiah masih dibedakan ke dalam dua kategori yaitu tulisan primer dan review. Dua-duanya memiliki nilai yang relatif sama, tergantung media yang memuatnya. Tulisan ilmiah harus dimuat dalam publikasi ilmiah yang memiliki akreditasi dari LIPI dan atau DIKTI agar mendapat nilai maksimal. Jika tidak nilainya dianggap sebagai laporan teknis.

Persoalannya adalah, dimanakah bedanya yang prinsip antara tulisan ilmiah dan populer itu? Mungkin diantara kawan-kawan ada yang punya pendapat. Silahkan berikan komentarnya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s